Minggu, 30 April 2017

Luka

Kini mata tak sanggup membendung kesakitan dalam hati..
NAMUN..
Mulut ini??
Apakah akan tetap berbohong ..
Ketika malam menghampiri..
Bintang berkelip-kelip..
Bulan bertanya??
Apakah aku masih menyayanginya??
Hati mengangguk namun bibir beku, janji tinggallah janji..
Berlalu seiringnya hati,
Bersama kehancuran hati.
Aku hanya seorang sampah tak berarti,..
Setidaknya sampah masih punya harga..
Kan ku biarkan namun kaki ini tak mampu lagi..
Kan ku biarkan air mataku diatas tajamnya duri, hingga membusukkan luka dihati .



By : DVA

Cinta

Sekat-sekat jarak,
memisahkan dirimu dan diriku..
Sekat-sekat waktu,
membatasi komunikasi kita..
Sekat-sekat ruang,
menjauhan tubuh kita..
Elok, indah, manis..
itulah cinta yang tercipta,
Membuat tiap insan cemburu
Membuat tiap makhluk hidup iri dengannya..
Membuat tiap orang penuh tanda tanya,
tanpa ada kenangan yang indah..
Cinta dapat merekah begitu sempurna
Inikah keagungan cinta?
Beginikah indah cinta?
Manisnya tak teruraikan..
Uniknya menakjubkan. 






By : DVA

Rindu

RINDU
Ku dengar angin mengadu..
Karena rindu yang membelenggu..
Kulihat awan sedang sendu..
Karena rindu tak dapat terbendung lagi..
Ku pandang angkasa sedang sibuk..
Ku coba cari kerlip lintang dan rembulan..
Tuk membimbing kemana rindu kan berlabuh..
Lelahku bukan lagi menanti mu..
tapi rindu yang semakin sesakkan dada
yang sulit ku tenangkan ..
ku merindukan mu bagaikan sang samudra meneriakkan gelora gemuruhnya..




By : DVA

Kebersamaanku

Fajar .. ku rindukan embunmu yang menyejukkan kulit-kulitku.. cahaymu yang menuntunku.. hingga ku temukan kebersamaan ini bersama...